Reusam

REUSAM GAMPONG

UJONG DRIEN

MUKIM MEUREUBO

KECAMATAN MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT

N0MOR  : 02 TAHUN 2013

 

TENTANG

 

TATA CARA PERKAWINAN

 

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

DENGAN RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA

 

KEUCHIK GAMPONG UJONG DRIEN

 

 

Menimbang    :   a.   Bahwa dalam rangka mewujudkan ketertiban dan kelancaran pelaksanaan tahapan-tahapan perkawinan dalam  masyarakat Gampong Ujong Drien

b.     Bahwa untuk maksud tersebut perlu ditetapkan dalam sebuah tata cara perkawinan antara lain adalah upacara perkawinan

-      Cah Ret/Meurinteh

-      Meminang atau meulankee

-      Ranub kong haba

-      Gatib/nikah

-      Ranub Gaca

-      Intat linto

-      Woe sikureng

-      Tueng Dara Baro

 

Mengingat      :   1.   Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 172, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3893;

2.     Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 62, Tambahan Lembaga Negara Republik Indonesia Nomor 4633);

3.     Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4255);

4.     Qanun Provinsi  Daerah Istimewa Aceh Nomor 11 Tahun 2002 tentang pelaksanaan syariat islam bidang Aqidah, ibadah dan syiar islam (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Istimewa Aceh Tahun 2002 Nomor…);.

5.     Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2008   tentang Penyelenggaraan Kehidupan Adat, Lembaran Daerah Aceh Tahun 2008 (Lembaran Daerah Aceh Tahun 2008 Nomor…);

6.     Peraturan Gubernur Aceh Nomor 25 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pemerintahan Gampong (Berita Daerah Aceh Tahun 2011 Nomor 30);

7.     Sesuai hasil rapat Masyarakat, tuha peut dan peurangkat gampong pada tanggal ........ Juni 2013

 

             

           Dengan Persetujuan Bersama

 

          TUHA PEUT GAMPONG UJONG DRIEN

           Dan

              KEUCHIK GAMPONG UJONG DRIEN

 

 

             MEMUTUSKAN:

 

Menetapkan         : TATA CARA PERKAWINAN

 

 

BAB I

KETENTUAN UMUM

 

Pasal

 

 

Dalam Reusam ini yang dimaksud dengan:

1.     Gampong Ujong Drien untuk Selanjutnya disebut Gampong adalah salah satu wilayah pemerintahan terendah yang terletak di Mukim Meureubo Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat. 

2.     Pemerintahan Gampong adalah penyelenggaraan pemerintahan yang dilaksanakan oleh pemerintah gampong dan tuha peut Gampong Ujong Drien.

3.     Pemerintah Gampong adalah Geuchik dan Teungku Imuem Meunasah beserta perangkat Gampong.

4.     Keuchik adalah kepala eksekutif gampong Lambaga penyelenggaraan pemerintah gampong.

5.     Tuha Peut Gampong adalah Badan Perwakilan Gampong  Lembaga yang terdiri dari unsur ulama, tokoh adat, pemuka masyarakat, dan cerdik pandai yang ada di gampong.

 

 

BAB II

CAH ROT/MEURINTEH

 

Pasal

(1) Pelaksanaan cah rot/meurinteh yang dialakukan oleh orang tua laki-laki       bapak atau ibu yang datang ke rumah calon dara baro .

(2) Selanjutnya orang tua laki laki melalui keuchik menjumpai         teulakee yang telah biasa/lazim melaksanakan tugas          sebagai teulangkee.

(3) calon Linto baro dan orang tua kandung calon linto tidak   dibenarkan lansung melamar kerumah calon dara baro.

         

                                                                        

   BAB III

                          MEU RANUP KONG HABA

 

Pasal

(1)Kegitan meu ranub kong haba yang dilaksanakan oleh aparat gampong/teungku meunasah dan teulangkee yang datang rumah calon dara baro mengantar perhiasan emas.

(2) bahwa sesuai dengan janji dan waktu yang telah disetujui oleh kedua belah pihak kegiatan adat yang dilaksanakan di rumah yang dihadiri oleh Keuchik dan tuha gampong setempat.

 

 

 

 

           BAB IV

                        GATIB/NIKAH

 

    Pasal

(1) Sebelum pernikahan mempelai laki-laki dan perempuan menerima pembinaan dari Kepala Urusan Agama Kecamatan Meureubo.

(2) Sebelum menjalankan akad nikah atau gatib mempelai laki-laki lebih dahulu melakukan khatam atau peutamat beut Al-quran.

 

Pasal 2

(1) Tempat pelaksanaan pernikahan dilaksanakan di Mesjid            gampong Ujong Drien.(2) Tata Cara pelaksanaan diatur oleh Panitia/P3N di Mesjid           Ujong Drien.

 

 

Pasal 3

(1) Wali menikahkan sendiri atau mewakilahkan kepada P3N.

(2) Seorang wali diwajibkan melaksanakan shalat berjamaah         dimesjid Gampong Ujong Drien paling sedikit 1(satu) bulan     sebelum pernikahan.

 

BAB V

 

                                RANUB GACA/MEUGACA

 

Pasal 1

(1) Sebelum woe linto/intat linto dilaksanakan didahului dengan upacara intat gaca atau ranub gaca oleh pihak keluarga linto baro yaitu ranub bateh, ranub meususoen, ranub ikat biasa.

 

BAB VI

                       INTAT LINTO

 

 

Pasal

(1). Sesuai dengan kesepakatan hari dan tanggal pukul dilaporkan pada aparat Gampong (Ulee Jurong Setempat) dan diberitahukan, selambat-lambat nya 15 hari sebelum pelaksanaan peresmian,

 (2) Kesenian yang dibolehkan dalam acara peresmian  yaitu    yang bernafaskan islam dan kesenian Aceh antara lain gambus,  rebana, Rapai dan lain-lain serta dilarang        mengadakan permainan yang melanggar Syariat Islam.

(3)    Peunuwoe/bawaan dari linto baro diserahkan terimakan kepada aparat gampong Ujong Drien.

(4)  Pada malam kedua linto baro bersama temannya datang             kembali kerumah dara baro  membawa sedikit          makanan ringan

(5) Esok pagi linto baro tidak boleh pulang lebih cepat dari      rumah dara baroe sebelum sarapan pagi

 

BAB VII

 

                       WOE SIKUREUNG

 

Pasal

(1)Woe Sikeureung adalah pulang kerumah dara baro pada           malam ke Sembilan sesudah pulang hari ketujuh dan malam     ke delapan linto baro tidak dibenarkan pulang ke rumah           dara baro.

 

BAB VIII

TUENG DARA BARO

 

Pasal

(1) Tueng dara baro adalah membawa dara baro ke rumah linto baro

(2) Rombongan dara baro membawa hidangan peunajoh atau kue kue adat, hidangan yang dikembalikan pada saat intat linto, misalnya 7 (tujuh) hidangan maka dibawa oleh rombongan dara baro sebanyak 10 (sepuluh) hidang.

(3) Wadah hidangan yang dikembalikan itu ialah yang dibawa        pada upacara perkawinan/intat Linto oleh rombongan                  linto baro hanya ditukar isinya.

(4)  Peuneulang Linto Baro ke Dara Baro diberikan pada saat           Tueng Dara Baro.

 

BAB IX

SANKSI

 

Pasal 1

(1)  Apabila salah satu calon linto dan calon dara baro melanggar bab III yaitu merasa bosan memutuskan tunangan maka mendapatkan sanksi hukuman

* diputuskan oleh linto baro emasnya akan hilang

* apabila diputuskan oleh pihak calon dara baro maka             emas yang dibawa oleh Linto Baro akan dikembalikan 2         (dua) kali lipat.

*Apabila salah satu colon Linto/Dara Baroh sakit yang tidak memukinkan lagi untuk melanjutkan kejenjang   keperkawinan maka emasnya akan dijadikan biaya pengobatan dan apabila meninggal dunia maka          emasnya akan dijadikan sebagai       perlengkapan kafan.

 

Pasal 2

(1)   Apabila calon linto baro belum bisa mengaji akan ditunda        pernikahannya sampai yang bersangkutan bisa mengaji.

(2)    Apabila wali atau orang tua tidak melaksanakan shalat          jamaah dimesjid maka pernikahan anaknya akan   ditunda.

(3)    Apabila wali atau Orang Tua Linto Baro dan Dara Baro akan hendak menikahkan anaknya diharus belajar syarat – syarat nikah 1 (satu) bulan sebelum acara pernikahan.

(4)    Apabila Bab IX Pasal 2 (butir 1 s/d 3) tidak dilaksanakan maka Aparat Gampong tidak ikut serta dalam acara pernikahan tersebut baik dalam Administrasi dan hal – hal yang lain yang berkenaan dengan pernikahan.

 

Pasal 3

(1)  Apabila Pihak yang melaksanakan Kenduri/hajatan        mengadakan Kesenian diluar Bab VI butir 2 maka Aparat Gampong dan Masyarakat tidak ikut serta dalam acara       Kenduri peresmian.

(2)  Apabila Pihak yang melaksanakan Kenduri/hajatan tetap    mengadakan permainan yang melanggar Syariat Islam           maka akan berurusan dengan Pihak yang berwajib.

 

 

 

BAB IX

KETENTUAN PENUTUP

 

Hal-hal yang belum diatur dalam Resam Gampong  ini sepanjang mengenai pelaksanaannya akan diatur lebih lanjut dengan Peraturan Geuchik.

 

 

Pasal 1

                        

1.     Reusam Gampong ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

2.     Agar setiap orang mengetahui, memerintahkan pengundangan Reusam ini dengan penempatan dalam Lembaran Gampong Ujong Drien.

 

 

                                                            Disah Di           : Ujong Drien

Pada tanggal   :  28 September 2013

 

                                                                 KETUA TUHA PEUT

                                                               Gampong Ujong Drien

 

 

 

                                                                        Drs.NAWAWI

 

Diundangkan       : Ujong Drien

Pada tanggal      : 01 Oktober 2013

 GEUCHIK GAMPONG UJONG DRIEN

 

 

 

        SYAM AZHAR

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar